Home » , , , » UPIK-UPLET | Rokok Membunuh

UPIK-UPLET | Rokok Membunuh

Written By Hakim on 17/05/14 | 12.15



SIAPA dari kalian yang pernah merokok? Atau memang pecandu rokok? Kalau ada di antara kalian yang pernah merokok dan akan merokok serta yang mau menghentikan kecanduan dengan rokok, ada baiknya membaca pemikiran “ceplas-ceplos” Upik dan Uplet berikut.
            ~~~
Pagi itu Upik dengan gaya cendikiawannya sedang membolak-balik Koran yang baru beberapa hari yang lalu berlangganan. Ditemani kopi hitam serta sebungkus rokok, dibacanya Koran itu. Dicarinya berita yang menurutnya menarik dan dia menyukainya. Sampai-sampai mata Upik melihat satu judul berita di halaman Koran itu. “Tutup Dua Pabrik, PT HM Sampoerna PHK 4.900 Karyawan”, itulah judul berita yang mengagetkan Upik sampai-sampai abu rokok yang sudah panjang jatuh di atas korannya.
Weleh-weleh, ini akibat dibungkus rokok ada peringatan ‘Rokok Membunuh’ jadinya pabrik rokok ditutup.” Ucap Upik melihat judul berita itu.
“Plet, Uplet. Kesini, aku mau tanya sesuatu sama kamu.” Panggil Upik pada Uplet.
Sek-sek, baru selesai mandi, pakai baju dulu.” Teriak Uplet dari dalam kamarnya.
Tak begitu lama Uplet yang sudah mbois keluar menemui Upik yang sedari tadi sibuk membaca berulang-ulang berita tentang PHK tadi.
“Ada apa Pik? Kelihatannya kok penting?”
Iki lho Plet. Lihat berita ini, lihat! Amati dan cermati setiap kata-katanya.”
“Siap, laksanakan.” Teriak Uplet dengan nada tegas seperti pemimpin upacara.
“Tutup Dua Pabrik, PT HM Sampoerna PHK 4.900 Karyawan.” Baca Uplet keras-keras agar Upik mendengarnya.
“Pik.... Pik…, berita yang sangat bagus. Dengan begini udara di atmosfer terbebas dari asap rokok. Dari nikotin, dari zat Adiktif, dari tembakau, cengkeh, dan bahan kimia yang ada di rokok. Bagus sekali yang dilakukan Sampoerna.” Jelas Uplet panjang.
Matamu soak! Itu berita buruk Plet. Ini pasti gara-gara gerakan anti asap rokok yang sering digembar-gemborkan. Jadinya orang-orang yang awalnya merokok jadi berhenti. Akibatnya ya tadi. Pabrik berhenti produksi rokok karena rokok di pasar tak ada yang membeli.” Berhenti sejenak.
“Kalau pabrik sudah tak memproduksi pastinya yang terjadi PHK. Dan imbasnya bagi Negara. Devisa dari rokok turun. Ora entuk opo-opo, buyar negarane.” Lanjut Upik dengan pemikiran klasiknya.
Iku menurutem Pik, mulane dadi wong ojo kuno. Bacaanmu saja Koran seperti anggota DPR tapi otakmu kayak kebo di sawah yang dipakai membajak. Gur atut sing njalakno.” Ledek Uplet.
Wow…. Asu kowe.” Reaksi Upik tak terima disamakan dengan kerbau.
“Kalau membaca Koran harus sampai selesai. Di halaman selanjutnya dijelaskan kalau PT HM Sampoerna akan membekali 4.900 karyawan yang di PHK tadi dengan ketrampilan. Jadi dia bisa mencari pekerjaan yang lainnya.”
Lanjut Uplet, “Kalau untuk devisa Negara itu juga bukan semua dari rokok. Ada yang dari barang-barang Import  yang masuk ke Indonesia, dari TKI dan TKW yang bekerja di luar negeri. Meskipun memang sebagian besar dari cukai rokok.”
Lha kowe yo setuju ngono. Wes lah, nang Indonesia nak durung iso nggolek devisa sak liyane ko rokok yo ajur negoro iki. Dedel duel pokoke.” Sahut Upik.
“Ya jangan berfikir seperti itu dulu. Itulah PR buat pemerintah dan masyarakat seperti kita-kita Pik. Kita harus mampu menjadi seorang pengusaha, dengan menjadi pengusaha kita rekut mereka yang tak memiliki pekerjaan. Dan pemerintah membantu para pengusaha dalam mencari modal. Dan untuk masyarakat yang bertugas dalam ekonomi sebagai konsumen, harusnya jangan terlalu bangga menggunakan produk impor. Tapi banggalah kalau memakai produl lokal yang bisa go internasional.” Berhenti sejenak.
“Jadi semua itu sudah diatur Pik. Contohnya saja kemarin. Setiap kali hari buruh, pastinya para buruh meminta kenaikan upah, tapi mereka tak mau memikirkan perusahaan tempat dia bekerja.”
“Mikir perusahaan gimana Plet. Lha sudah bekerja kok masih disuruh mikir perusahaan/pabrik. Gliyengan dadine.í”Celetuk Upik memotong penjelasan Uplet.
Sek ah, mulane rungokno sek. Maksud saya memikirkan perusahaan/pabrik itu seperti ini Pik. Kalau kita menuntut perusahaan untuk terus menaikkan upah kita setiap tahunnya. Pasti para investor tak mau membuang uangnya ke Indonesia. Mereka akan lebih memilih mambuang uang mereka ke Negara lainnya toh. Akibatnya para pengusaha banyak yang menutup usaha mereka. akibatnya lagi, banyak pengangguran, dan akibatnya lagi banyak kejahatan, dan akibatnya lagi Negara kita akan terus seperti ini. Jadi intinya sama-sama masyarakat Indonesia, sama-sama harus bisa mawas diri dan jangan menyalahkan sepihak. Ngono ndes.” Uplet yang mengakhiri penjelasan panjangnya.
“PIk… wow asu, malah turu.” Uplet yan jengkel pada Upik. Ternyata sedari tadi saat Uplet menjelaskan panjang lebar si Upik malah keasyikan mendengar penjelasannya sampai tertidur.
Dan Upletpun meninggalkan Upik seorang diri di teras rumah, sedangkan dia kembali bermain dengan Flappy Bird di gadgetnya. [the end]
Demikian sedikit pemikiran “ceplas-ceplos” Upik dan Uplet. Ada kurang lebihnya kami meminta maaf dan berterima kasih. Semoga anda yang bijak bisa mamahaminya. Salam Upik-Uplet. [] masupik
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger