MATEMATIKA. Sampai saat
ini adalah mata pelajaran yang menjadi momok menakutkan ketika Ujian Nasional
(UN). Banyak dari mereka yang sengaja mempelajari matematika sampai harus les
privat. Dan banyak pula yang hanya untuk mendapatkan nilai bagus dalam
pelajaran matematika menempuh segala cara. Tak terkecuali cara curang.
Berbicara matematika
berarti kita membicarakan angka-angka. Berdasarkan penelitian yang pernah
didengar oleh penulis. Sebenarnya orang Indonesia tak perlu takut dan tak
kesulitan dengan bermain dan mengola angka. Dikarenakan kebanyakan orang
Indonesia menggunakan otak kiri lebih dominan ketimbang otak kanan. Otak kiri
yang secara fungsinya lebih dominan dengan angka-angka yang konkret. Seharusnya
menjadikan pelajaran matematika lebih mudah ketimbang mereka yang menggunakan
oraknya dominan dengan otak kanan yang bersifat abstrak.
Sempat kala itu ada
seorang guru les bertanya padaku perihal matematika Sekolah Dasar (SD) mengenai
pecahan. Lebih tepatnya mengenai penyederhanaan pecahan. Beliau bertanya padaku
cara paling cepat mengurutkan pecahan yang penyebutnya tak sama. Oke, cara
pertama yang bisa dilakukan adalah menyamakan penyebut pecahan tersebut. Tapi
kalau pecahannya memiliki penyebut yang jauh berbeda dan angkanya besar-besar.
Cara tersebut akan memakan banyak waktu. Apalagi kebanyakan soal seperti ini
keluar di ujian SD dan SMP.
Kemudian kujawab saja:
pembilangnya (angka yang di atas) dibagi dengan penyebutnya (angka yang di
bawah). Itu cara yang paling cepat saat ini yang saya tahu. Dan beliau
mempraktekkannya dan mengajarkan pada anak didiknya.
Dari sana timbul satu
pertanyaan: apakah hanya cara itu yang paling tepat dan
cepat untuk mengurutkan pecahan? Bagaimana kalau ternyata si murid tak begitu
paham dengan pembagian?
Dari pertanyaan yang
datang dari pemikiran sekilas itu akhirnya kucoba mencari-cari referensi
mengenai cara mengurutkan pecahan yang angka penyebutnya berbeda dan itu bisa
dilakukan oleh semua murid. Namun menemukan cara baru untuk mengurutkan pecahan
dengan penyebut yang berbeda tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Dari berbagai referensi
yang sempat penulis baca. Hampir semuanya tepaku pada 2 cara. Pertama, menyamakan penyebut dengan cara
mencari KPK nya. Dan yang kedua, membagi pembilang dengan penyebutnya. Hampir
semua mengatakan demikian. Jadi untuk sekarang daripada kita sibuk menemukan
cara yang baru, ada kalanya mari kita pelajari lagi dua cara di atas.
1. Menyamakan penyebut
dengan cara mencari KPK nya.
Misal : urutkan pecahan berikut dari yang
terbesar; 8/11, 13/33, dan 2/3
Penyelesaian : KPK dari penyebut 11, 3, dan 33
adalah 33
-
8/11 x 3/3 = 24/33
-
2/3 x 11/11 = 22/33
-
13/33
Urutan dari yang terbesar
adalah 8/11, 2/3, 13/33
Cara tersebut akan sangat
mudah jika KPK telah diketahui. Namun bagaimana jika KPK dari penyebutnya belum
diketahui. Timbul permasalahan.
Misal : urutkan pecahan
berikut dari yang terkecil; 1/3, 3/5, dan 3/7
Penyelesaian : mencari KPK
3, 5, dan 7 akan sangat memakan waktu jadi kita kalikan saja ketiga penyebut
tersebut 3 x 5 x 7 = 105
105 : 3 = 35
105 : 5 = 21
105 : 7 = 15
Sehingga pecahan di atas menjadi
:
-
1/3 x 35/35 = 35/105
-
3/5 x 21/21 = 63/105
-
3/7 x 15/15 = 45/105
Sehingga urutan dari
pecahan tersebut jika diurutkan dari yang terkecil; 1/3, 3/7, 3/5
Cara tersebut pasti sangat
memakan waktu. Apalagi kebanyakan dari murid sudah sangat malas kalau harus
membagi dan mengalikan lagi. Cara yang membingungkan.
2. Membagi pembilang
dengan penyebut
Misal : urutkan pecahan
berikut dari yang terkecil; 2/5, ¾, 6/9
Penyelesaian : dengan cara membagi pembilang dengan
penyebut kita hanya perlu membagikan angka-angka yang ada di atas dengan yang
di bawah.
2 : 5 = 0.4
3 : 4 = 0.75
6 : 9 = 0.67
Jadi urutan dari yang
terkecil adalah 2/5, 6/9, ¾
Setelah melihat berbagai
contoh dan penjelasan mengenai cara mengurutkan pecahan. Hanya itu yang bisa
penulis sajikan untuk kali ini. Rencananya, ingin sekali menemukan cara baru.
Namun semenjak beberapa minggu kemarin terfikirkan oleh pertanyaan itu, sampai
sekarang belum menemukan cara tercepat. Sehingga, bagi mereka yang masih
bingung dengan cara di atas. Semoga penjelasan singkat ini bisa menambah
wawasan dan melatih proses menghitung kalian. Dan semoga cara-cara yang cepat
tak mengurangi kita untuk belajar mengenai dasar dan konsep dari matematika
tersebut. Dan ingat satu Quote milik Galileo Galilei
“Matematika adalah huruf yang digunakan Tuhan untuk menulis alam
semesta.” Happy matematika. [] masupik
0 komentar:
Posting Komentar
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))