Home » , , » CERPEN | Semester 3

CERPEN | Semester 3

Written By Hakim on 16/05/14 | 17.02


“Astagfirullah. Mimpi apa aku tadi?” sontak Anton terbangun dari tidur lelapnya malam itu.
Jam dinding masih menunjukkan pukul 02.15 WIB itu berarti Anton baru tidur selama 2 jam. Dan kini dia harus terbangun dari tidurnya karena mimpinya.
“Mimpi yang aneh. Semoga hanya mimpi dan tak berarti apa-apa.” Ucap Anton dan kembali meneruskan tidurnya.
            ~~~
Anton, sosok remaja yang hampir menginjak dewasa ini kini harus tinggal jauh, sejauh-jauhnya dari kedua orang tuanya. Tak tanggung-tanggung Kalimantan kini sebagai pulau pijakannya. Anton yang sudah terbiasa hidup jauh dari orang tuanya mencoba peruntungannya di tanah Kalimantan. Dan hanya dia satu-satunya anak dari orang tuanya yang tak pernah patuh dengan pilihan kedua orang tuanya.
Benar saja, semenjak SMP Anton sudah sedikit berani dengan orang tuanya. Berani di sini dalam hal memilih jalan hidupnya sendiri. kala itu orang tuanya Anton ingin dia bersekolah di salah satu SMP negeri yang menjadi favorit di kotanya. Tapi Anton malah menolak mentah-mentah. Padahal di sekolah favorit tersebut Anton bisa bersekolah tanpa biaya karena prestasinya yang cukup bagus. Di bersekolah di SMP swasta yang letaknya kebetulan berdekatan dengan SMP negeri pilihan orang tuanya tersebut. Entah bagaimana jalan fikiran Anton. Sejak saat itu kedua orang tuanya sedikit terganggu dengan pemikiran Anton.
Kemudian selesai tamat SMP. Orang tuanya kembali harus menerima tolakan mentah-mentah untuk kedua kalianya dari Anton. Saat itu orang tuanya ingin Anton bisa mengenyam pendidikan SMK. Namun Anton malah melanjutkan di salah satu SMA yang sama sekali tak terfikirkan oleh kedua orang tuanya. Belum selesai sampai disitu. Saat hendak memilih perguruan tinggi kembali untuk ketiga kalinya Anton menolak permintaan orang tuanya. Dan kembali memilih tempat kuliah yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Itulah sedikit gambaran siapa Anton.
Kini Anton mungkin menerima efek samping dari tolakannya dulu-dulu. Kuliahnya berhenti, hanya bisa sampai semester 3. Bukan karena di D.O. dari kampusnya. Tapi karena Anton sendiri bosan dengan kuliahnya. Jadi dia memutuskan untu menunda kuliahnya 1 tahun lagi. Dan tanpa terfikirkan oleh orang tuanya lagi. Kini Anton di Kalimantan. Pulau yang sama sekali tak ada sanak saudara yang bisa ditumpangi untuk sekedar makan kalau tak punya uang. Dan orang tua Anton hanya bisa mengelus dada melihat tindakan Anton sekarang. Pasalnya, Anton baru bilang pada orang tuanya kalau dia di Kalimantan setelah beberapa waktu yang lalu orang tuanya mendapatkan surat dari pihak kampus.
Dari surat itu tertulis bahwa Anton sudah hampir 1 semester tak hadir di kelas perkuliahan. Dan semenjak itulah baru orang tua Anton menghubungi dia. Semenjak terakhir menghubungi lewat telpon saat Anton masih semester 1.
Orang tua Anton bukan tak peduli dengannya. Setiap kali Anton butuh uang sekedar untuk uang makan. Orang tuanya selalu menawarkan diri mengirimkan sejumlah uang. Tapi balasan Anton saat itu hanya kata tidak perlu. “Biarlah uang itu untuk adik-adik kelak. Anton masih bisa mencari uang sendiri.” itulah perkataan Anton setiap kali orang tuanya menawarkan untuk mengirimkan uang padanya.
Anton bukannya tak mau menerima uang pemberian orang tuanya. Bukan karena dia banyak uang dan bukan karena orang tuanya juga perlu uang itu. ayah Anton sebagai pengusaha kebun the dan ibunya juga sebagai pegawai dinas, sangatlah tercukupi. Hanya saja Anton memikirkan adik-adiknya yang masih sekolah. Meskipun dia sendiri juga bekerja tak tentu. Kadang setiap malam dia tampak di salah satu warung makan pinggir jalan, kadang juga dia terlihat duduk manis di depan layar komputer sebagai operator warnet. Namun itu hanya dalam waktu singkat saja. Bahkan sebenarnya kuliah Anton sudah terlihat tak terurus saat awal masuk perkuliahan. Namun dia masih sedikit menyempatkan waktunya untuk sesekali mengikuti jadwal perkuliahan.
            ~~~
Di Kalimantan, Anton bekerja di sebuah proyek milik pemerintah pusat untuk membuat sebuah komplek perumahan dinas di sana. Awalnya dia hanya iseng bersama temannya untuk ikut paman dari temannya sebagai kuli dalam proyek ini. Dan akhirnya proyek ini menjadi pekerjaannya, tentunya menjadi kuli bangunan.
Selama di Kalimantan. Dia tinggal di rumah-rumah kecil yang disediakan untuk para kuli. Bersama kuli lainnya Anton menghabiskan waktunya. Mengenal orang Kalimantan, mengenal kehidupan kuli, dan mengenal kehidupan orang yang hanya untuk mendapatkan uang 10 ribu rupiah saja harus berjuang mati-matian.
Dalam mimpinya saat itu sebenarnya Anton bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya memanggil namanya beberapa kali. Dan kemudian menghilang suara panggilan itu, dilanjutkan sosok ibunya yang juga menghilang. Karena mimpi itulah Anton segera sadar bahwa dia harus segera pulang. Dan rencananya, 1 bulan ke depan Anton akan kembali meneruskan kuliahnya yang sempat tersendat. Dengan upah yang diterimanya beberapa bulan lalu. Cukuplah untuk ongkos perjalanan pulang dan untuk mengganti biaya perkuliahannya yang sempat ditinggal itu. dan tentunya orang tuanya sudah menginginkan kembali anaknya menginjakkan kakinya di tanah Jawa, tanah kelahirannya. [] masupik
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger