Tulisan #2

Written By Hakim on 20/02/13 | 14.55

Jalani hidup ini dengan apa adanya dan tak perlu memaksakan hidupmu. Karena hidup itu sejatinya sudah diatur sedemikian rupa tanpa ada cacat sedikitpun, dan itu hanya bisa dilakukan oleh dzat yang memiliki kesempuarnaan segala-galanya. Allah.
Sebenarnya tak ada yang pantas untuk mengatakan hal tadi termasuk aku yang ingusan ini. aku yang sebenarnya adalah salah satu hambaNya yang kadang lupa bersyukur atas nkimat yang telah aku terima secara kontan ini, sering kali terlena kalau semua ini hanya cobaan belaka. Sebuah cobaan yang tidak harus berupa rasa sakit, kehilangan atau sebutan lain dari mereka. Sebuah cobaan yang berupa kenikmatan justru yang sering aku salah artikan. Salah artikan berarti, semua yang aku terima adalah apa yang aku kerjakan, perbuat dan aku katakan. Itu salah besar.
Hari ini, hari di mana semua makhluk sedang merasakan nikmat hujan. Hari ini di mana semua makhluk saling berinteraksi satu sama lain. Membangun persahabatan, membangun tali silaturahim, dan membangun suatu rencana yang akan menjadi sebuah cita-cita yang digantungkan kepada setiap Tuhan mereka masing-masing. Tuhan yang dengan Rahman-Nya telah kita rasakan dari awal. Dari awal bertemunya sel sperma yang dimiliki oleh ayah/bapak/papa – atau sebutan apa saja yang mewakili untuk orang tua pria – dan sel sel ovum yang dimiliki oleh ibu/bunda/mama – atau sebutan untuk orang yang telah melahirkan – kita.
Tuhan kita tak menuntut apa-apa dari kita, tak menerima imbalan apapun dari kita, dan tak mau meminta balas jasa dari kita. Tuhan hanya menggariskan takdir kita, itupun hanya satu saja dan. Kita hanya harus menyembahNya, tidak menduakanNya, dan melakukan apa yang telah diperintahkanNya lewat kekasihaNya, Muhammad dengan agama islamNya.
Dia (Tuhan) menciptakan nafsu. Sosok makhluk Tuhan yang telah salah kita samakan kedudukannya dengan Tuhan. Kita sering menyalahkan nafsu bahwa kita melakukan kesalahan karena nafsu. Coba fikirkan sekali lagi. Nafsu diciptakan oleh Tuhan kita, kalau kita menyalahkan nafsu berarti kita menyalahkan sang pembuat nafsu. Kemudian  ada sedikit celotehan dari mereka yang sering bermain dengan nafsu. Lantas kenapa Tuhan kita menciptakan nafsu? Seandainya saja Dia tidak menciptakan nafsu, otomatis kita tidak akan pernah bermain dengan nafsu? Pertanyaan itu memang sering menjadi alasan dan sering menjadi referensi bagi aku dan mereka ketika sedang asyik bermain. Namun, kembali lagi kita berfikir dengan hati nurani kita. Semuanya, everything yang Tuhan kita buat pasti ada manfaatnya bagi hambaNya. Trust it.
Nafsu diciptakan hanya untuk menguji bagaimana kualitas hamba-hambaNya. Bagaimana hamba-hambaNya jika ada perkara yang enak tapi berujung azab dan ada perkara yang melelahkan namun berujung bahagia. Karena apa? Karena seperti surga, balasan bagi mereka yang bersabar, balasan bagi mereka yang bersyukur hanya kita ketahui lewat tausiyah-tausiyah. Dan kebenarannya hanya kita percayai dalam hati kita. Itu adalah peran dan manfaat nafsu bagi makhluk. Sedangkan nafsu memberikan suatu kebahagiaan yang pasti dan dapat dirasakan seketika itu juga. Kembali lagi ingat, nafsu adalah makhluk. Jadi nafsu memiliki kehidupan seperti makhluk-makhluk lainnya. Kenikmatan yang diberikan oleh nafsu itu adalah bentuk kehidupan nafsu. Think Again. []Masupik
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger