Tidak ada yang bisa dibanggakan dari sosokku yang hanya berpostur
tinggi ini. Pintar? Sama sekali di bawah garis kebodohan. Tampan? Ah itu hanya
mereka yang buta yang bilang kalau aku tampan. Lantas apa kata yang tepat untuk
mendefinisikan sosok Mas Upik? Kalau kalian bertanya kepadaku pastinya
definisiku adalah definisi yang 100 persen memuji diriku sendiri. tetapi kalau
mereka yang membenciku kalian tanya mengenai diriku, pastinya 100 persen
menjelek-jelakkan diriku. Tapi kalau kalian mendefinisikan sendiri tanpa sumber
yang jelas pastinya akan ada berjuta definisi yang bisa terwujud.
Dari pendidikan
usia dini, dulu jamanku belum ada yang namanya PAUD atau Play Group. Hanya
ada Taman Kanak-kanak (TK). Saat masih TK akupun sudah menjadi seorang anak usia
dini yang sering kena tipu oleh mereka yang otaknya kreatif. Saat TK memang
uang sakuku di atas standar uang saku anak TK jaman ORBA. Jaman-jaman krisis
moneter. Jadi teman-temanku yang kraetif itu sering sekali meminta uang sakuku.
Karena takut dan kuberi saja sebagian. Itu berulang sampai TK nol besar.
Menempuh Taman Kanak-kanak selama 3 tahun, lebih satu tahun dari waktu normal
menempuh pendidikan usia dini. Tapi itu tak masalah, aku anggap sebagai masa
kecil yang sangat bahagia.
Kemudian tahun
2000, millennium baru. Awal masuk Sekolah Dasar (SD). Sebagai murid SD akupun
tetap menjadi sosok yang lemah, sosok yang selalu takut dengan mereka yang
lebih besar. Maklumlah, SD ku beda desa. Soal rankng jangan dipertanyakan hanya
menempati 10 besar itu saja aku sebagai penghuni nomor 9. Memang pernah sekali
ketika kelas 3 dapat ranking 4, itupun beruntung. Dan kalau kalian pernah
mendengar kalau aku mendapatkan peringkat 2 saat lulusan dan menjadi lulusan
terbaik nomor 2. Sampai-sampai hampir semua guru yang pernah menjadi wali kelas
memberikan ucapan selamat kepadaku. Namun sekali lagi, itu hanya sebuah
keberuntungan dari sang Pencipta.
Tahun 2006 aku
lulus Sekolah Dasar. Saat itulah aku mulai berfikir. Dulu ketika masih TK, aku
berfikir kalau TK adalah sekolah terakhir dan setelah TK tak ada sekolah lagi.
Begitu juga ketika di SD, berfikir ketika itu SD lah sekolah terakhir dan
setelah SD tak ada yang namanya SMP. Namun setelah mengetahui kalau aku harus
sekolah setelah SD, aku mulai bingung mau SMP di mana. Pernah saat itu bersama
orang tua laki-laki – ayah – mengantarkanku untuk mendaftar SMP di salah satu
pesantren di plosok Tuban. Sudah sampai di tempat dan akupun sudah melaksanakan
tes masuk. Namun entah kenapa ayah malah mengajakku mendaftar di SMP lain. Dan
saat beliau sudah kembali ke Bogor. Aku malah sekolah SMP di SMP yang sama
sekali belum pernah aku dan ayahku mendaftarkanku.
Dan Alhamdulillah
jangka wajar SMP bisa aku tempuh tanpa molor sepersekian detikpun. Dan ini
adalah pendidikan terakhir sebagai siswa. SMA (Sekolah Menengah Atas). Dulu
ketika masih kecil, aku melihat kalau anak SMA adalah anak yang keren sekolah
dengan level tertinggi sebagai siswa. Bisa tawuran, bisa pacaran kayak di
sinetron-sinetron yang ditonton orang tua-orang tua. Namun saat SMA ku memang
aku bisa pacaran tapi tak ada kata keren yang aku lihat dari semua siswa yang
ada berpenampilan kuno. Selama 3 tahun hanya sebuah tempat untuk menghabiskan
waktu hidup. Bahkan mungkin saat SMA inilah keterpurukanku.
2012 yang katanya
dalah akhir dari kehidupan di dunia aku telah selesai dengan masa remaja anak
SMA. Setelah itu timbul gelar baru yang aku sematkan dalam hidupku.
‘Pengangguran’ itulah title baru yang aku peroleh semenjak lulusan SMA. Ini
merupakan sebuah pelajaran untuk semua siswa kelas 3 SMA. Kelulusan kalian
merupakan awal pengangguran kalian. Kalian hanya akan menambah jatah quota
pengangguran yang sudah ada di Indonesia. Dan awal kelulusan kalian merupakan
tugas pemerintah untuk memasarkan kalian di dunia pekerjaan. Itu kalau kalian
memang dibutuhkan, kalau tidak ya itulah ‘pengangguran’ yang akan kalian
sematkan di belakang nama dalam akte kelahiranmu. Dari universitas tertutup
prodi kegagalan sistem pendidikan. [] masupik
0 komentar:
Posting Komentar
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))