Home » , » Quota Pengangguran

Quota Pengangguran

Written By Hakim on 25/04/14 | 16.11

Tidak ada yang bisa dibanggakan dari sosokku yang hanya berpostur tinggi ini. Pintar? Sama sekali di bawah garis kebodohan. Tampan? Ah itu hanya mereka yang buta yang bilang kalau aku tampan. Lantas apa kata yang tepat untuk mendefinisikan sosok Mas Upik? Kalau kalian bertanya kepadaku pastinya definisiku adalah definisi yang 100 persen memuji diriku sendiri. tetapi kalau mereka yang membenciku kalian tanya mengenai diriku, pastinya 100 persen menjelek-jelakkan diriku. Tapi kalau kalian mendefinisikan sendiri tanpa sumber yang jelas pastinya akan ada berjuta definisi yang bisa terwujud.
Dari pendidikan usia dini, dulu jamanku belum ada yang namanya PAUD atau Play Group. Hanya ada Taman Kanak-kanak (TK). Saat masih TK akupun sudah menjadi seorang anak usia dini yang sering kena tipu oleh mereka yang otaknya kreatif. Saat TK memang uang sakuku di atas standar uang saku anak TK jaman ORBA. Jaman-jaman krisis moneter. Jadi teman-temanku yang kraetif itu sering sekali meminta uang sakuku. Karena takut dan kuberi saja sebagian. Itu berulang sampai TK nol besar. Menempuh Taman Kanak-kanak selama 3 tahun, lebih satu tahun dari waktu normal menempuh pendidikan usia dini. Tapi itu tak masalah, aku anggap sebagai masa kecil yang sangat bahagia.
Kemudian tahun 2000, millennium baru. Awal masuk Sekolah Dasar (SD). Sebagai murid SD akupun tetap menjadi sosok yang lemah, sosok yang selalu takut dengan mereka yang lebih besar. Maklumlah, SD ku beda desa. Soal rankng jangan dipertanyakan hanya menempati 10 besar itu saja aku sebagai penghuni nomor 9. Memang pernah sekali ketika kelas 3 dapat ranking 4, itupun beruntung. Dan kalau kalian pernah mendengar kalau aku mendapatkan peringkat 2 saat lulusan dan menjadi lulusan terbaik nomor 2. Sampai-sampai hampir semua guru yang pernah menjadi wali kelas memberikan ucapan selamat kepadaku. Namun sekali lagi, itu hanya sebuah keberuntungan dari sang Pencipta.
Tahun 2006 aku lulus Sekolah Dasar. Saat itulah aku mulai berfikir. Dulu ketika masih TK, aku berfikir kalau TK adalah sekolah terakhir dan setelah TK tak ada sekolah lagi. Begitu juga ketika di SD, berfikir ketika itu SD lah sekolah terakhir dan setelah SD tak ada yang namanya SMP. Namun setelah mengetahui kalau aku harus sekolah setelah SD, aku mulai bingung mau SMP di mana. Pernah saat itu bersama orang tua laki-laki – ayah – mengantarkanku untuk mendaftar SMP di salah satu pesantren di plosok Tuban. Sudah sampai di tempat dan akupun sudah melaksanakan tes masuk. Namun entah kenapa ayah malah mengajakku mendaftar di SMP lain. Dan saat beliau sudah kembali ke Bogor. Aku malah sekolah SMP di SMP yang sama sekali belum pernah aku dan ayahku mendaftarkanku.
Dan Alhamdulillah jangka wajar SMP bisa aku tempuh tanpa molor sepersekian detikpun. Dan ini adalah pendidikan terakhir sebagai siswa. SMA (Sekolah Menengah Atas). Dulu ketika masih kecil, aku melihat kalau anak SMA adalah anak yang keren sekolah dengan level tertinggi sebagai siswa. Bisa tawuran, bisa pacaran kayak di sinetron-sinetron yang ditonton orang tua-orang tua. Namun saat SMA ku memang aku bisa pacaran tapi tak ada kata keren yang aku lihat dari semua siswa yang ada berpenampilan kuno. Selama 3 tahun hanya sebuah tempat untuk menghabiskan waktu hidup. Bahkan mungkin saat SMA inilah keterpurukanku.
2012 yang katanya dalah akhir dari kehidupan di dunia aku telah selesai dengan masa remaja anak SMA. Setelah itu timbul gelar baru yang aku sematkan dalam hidupku. ‘Pengangguran’ itulah title baru yang aku peroleh semenjak lulusan SMA. Ini merupakan sebuah pelajaran untuk semua siswa kelas 3 SMA. Kelulusan kalian merupakan awal pengangguran kalian. Kalian hanya akan menambah jatah quota pengangguran yang sudah ada di Indonesia. Dan awal kelulusan kalian merupakan tugas pemerintah untuk memasarkan kalian di dunia pekerjaan. Itu kalau kalian memang dibutuhkan, kalau tidak ya itulah ‘pengangguran’ yang akan kalian sematkan di belakang nama dalam akte kelahiranmu. Dari universitas tertutup prodi kegagalan sistem pendidikan. [] masupik
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger