Home » , , , , , , , , , » Tak Selesai, Akhirnya

Tak Selesai, Akhirnya

Written By Hakim on 12/12/12 | 22.07

Mari berfikir positive, berfikir berbeda dengan lainnya dan jangan takut untuk merasa disalahkan, karena salah merupakan proses pembelajaran yang efektif dan sesungguhnya belajar. Try and error, mencoba dan gagal dan mencoba lagi. Gagal sekali bangkit 2 kali, gagal berkali-kali pasti akan ada saat di mana kita berhasil. Hasil dari semua usaha yang kita lakukan merupakan sebuah hadiah, bukan sebuah akhir. Karena setelah keberhasilan, gagal akan senantiasa mencari celah. Dan gagal bukan merupakan hambatan ataupun sandungan keberhasilan. Gagal merupakan sebuah nikmat tersendiri bagi mereka yang mampu melihatnya sebagai nikmat.
Beberapa saat yang lalu, akhirnya ane bisa menikmati masakan rumah setelah hampir sebulan penuh makan-makanan yang bukan seleraku. Namun ada ziyadatul khoir dalam makanan yang bukan seleraku itu. Meskipun hanya setengah hari, namun setengah hari itu telah membuat mataku terlena dengan nikmatnya hidup di kandang yang nyaman dan tak ada sedikitpun hasil yang akan dicapai. Menikmati hiburan dari acara di layar kaca, menghisap rokok di depan orang yang sebelum-sebelumnya melarangku untuk merokok, dan ketika ane hendak merokok harus mencari tempat yang aman. Sangat nikmat, memang sangat nikmat kalau aku tidak punya tujuan dan tujuan yang ada hanya menggantung. Ane sudah terlalu lama menggantung, dan bergelantungan. Namun kali ini harus ane putuskan bahwa sudah saatnya aku menginjakkan kaki mungilku. Merasakan tajamnya batu karang yang terbawa oleh anak-anak yang bermain di pantai dan mengambil batu tersebut untuk dibawa ke rumah sebagai hiasan. Namun karena kecerobohan batu itu jatuh dalam perjalanan pulang. Dan batu inilah yang sekarang sedang  aku injak. Bukan karena tidak sengaja sebagai keteledoran dalam melangkah, namun sebagai pijakan yang pas untuk menantikan batu-batu yang tercecer yang akan kujadikan pijakan berikutnya. Memangnya tidak ada batu yang lebih mulus dan lebih halus teksturnya sehingga lebih bisa menikmati ketika dijadikan pijakan? Jawabannya, ada banyak batu yang kau maksud. Bahkan di samping batu tajam yang sekarang aku injak ini, banyak tergeletak batu-batu lembut dan empuk. Bukan aku tak mau menjadikan sebagai pijakan, dan bukan aku ingin menunjukan betapa kuatnya telapak kaki ini. Namun ada sedikit hal yang tidak bisa aku beri tahu. Dan ada beberapa bahkan sebagian hal-hal yang tidak mengerti terjaga sebagai hal yang tidak kita mengerti apa maksud dan tujuannya tercipta di ala mini. Ingat alam, bukan bumi.
Merebahkan kepala disebuah benda yang terisi oleh kapuk dan terhiasi sarung yang berwarna campuran dari warna dasar biru dan kuning. Ada sebuah comersial break yang sedang diputar di layar kaca, yang memiliki multi tafsir yang mengarah ke arah perintah melakukan. Padahal yang ingin disampaikan dalam comersial break itu adalah larangan bahkan bahaya dari hal yang disangkut-pautkan. Kalau semua orang yang tidak sengaja melihat dan membaca tulisan yang tertera memiliki pemikiran yang sama namun yang berbeda adalah sifat yang pemirsa lainnya. Pasti mereka akan melakukan hal yang sebenarnya bukan itu yang diinginkan pemerintah dalam komersial break tadi. Yaitu AIDS, untuk lebih jelasnya silakan kalian yang menafsirkan hal tersebut. Inilah jaman terdekat dengan jaman kehancuran. Sudah tampak jelas, gambling dan mencolok. Kemerosotan moral, ketidak adaan rasa takut dengan ancaman-ancamanNya (jangan pernah berfikir kalau yang menulis ini takut dengan ancamanNya, mungkin yang menulis termasuk dalam kategori sebagai pelaku pemerosotan moral).
Meskipun hanya semalam, dalam kehangatan keluarga, namun aku menemukan setitik noda goresan keriput mengotori sosok yang telah dengan sabar mendidik seekor binatang buas. Hingga menjadi kelinci dalam keangkuhan, ketidak tahuan. Sedikit menuangkan permintaan maaf atas kesalahan yang pernah aku sengaja perbuat dimalam setelah perkuliahan. Namun ada sorotan yang luar biasa bersinar terang di malam yang terang benderang oleh matahari buatan Thomas Alfa Edison. Salah satu ilmuan favorite ane. Sorotan mata seorang ibu mertua yang sudah termakan zaman dan usia. Menandakan ada sedikit kecemasan, kecemasan seorang ibu kepada anak. Namun kali ini seorang ibu dengan seorang cucu pengganti anak. Begitu tua untuk beliau menghadapi jalan setapak yang sudah gigis dimakan rayap pemerintah. Hanya bisa berkata, hehehehehe. Dan dibalas dengan, “sing pinter”.  *si admin gak bisa ngelanjutin tulisannya karena, sosok yang begitu admin junjung tinggi martabatnya.[]ALH_Jr
Share this article :

2 komentar:

  1. manusia yg telah merawat qt dengan sepenuh hati, akan selalu mengharapkan dan mendoakan qt agar menjadi "orang"
    (haaa, jd pengen curhat, tp ga usah ah, salah forum)

    BalasHapus
  2. curhat ada tempatnya ndri loe..bntar lagi jadi..do'anya aja cepet kelar.

    BalasHapus

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger