Beberapa saat yang lalu, akhirnya ane bisa menikmati masakan rumah setelah hampir sebulan penuh makan-makanan yang bukan seleraku. Namun ada ziyadatul khoir dalam makanan yang bukan seleraku itu. Meskipun hanya setengah hari, namun setengah hari itu telah membuat mataku terlena dengan nikmatnya hidup di kandang yang nyaman dan tak ada sedikitpun hasil yang akan dicapai. Menikmati hiburan dari acara di layar kaca, menghisap rokok di depan orang yang sebelum-sebelumnya melarangku untuk merokok, dan ketika ane hendak merokok harus mencari tempat yang aman. Sangat nikmat, memang sangat nikmat kalau aku tidak punya tujuan dan tujuan yang ada hanya menggantung. Ane sudah terlalu lama menggantung, dan bergelantungan. Namun kali ini harus ane putuskan bahwa sudah saatnya aku menginjakkan kaki mungilku. Merasakan tajamnya batu karang yang terbawa oleh anak-anak yang bermain di pantai dan mengambil batu tersebut untuk dibawa ke rumah sebagai hiasan. Namun karena kecerobohan batu itu jatuh dalam perjalanan pulang. Dan batu inilah yang sekarang sedang aku injak. Bukan karena tidak sengaja sebagai keteledoran dalam melangkah, namun sebagai pijakan yang pas untuk menantikan batu-batu yang tercecer yang akan kujadikan pijakan berikutnya. Memangnya tidak ada batu yang lebih mulus dan lebih halus teksturnya sehingga lebih bisa menikmati ketika dijadikan pijakan? Jawabannya, ada banyak batu yang kau maksud. Bahkan di samping batu tajam yang sekarang aku injak ini, banyak tergeletak batu-batu lembut dan empuk. Bukan aku tak mau menjadikan sebagai pijakan, dan bukan aku ingin menunjukan betapa kuatnya telapak kaki ini. Namun ada sedikit hal yang tidak bisa aku beri tahu. Dan ada beberapa bahkan sebagian hal-hal yang tidak mengerti terjaga sebagai hal yang tidak kita mengerti apa maksud dan tujuannya tercipta di ala mini. Ingat alam, bukan bumi.
Merebahkan
kepala disebuah benda yang terisi oleh kapuk dan terhiasi sarung yang berwarna
campuran dari warna dasar biru dan kuning. Ada sebuah comersial break yang
sedang diputar di layar kaca, yang memiliki multi tafsir yang mengarah ke arah
perintah melakukan. Padahal yang ingin disampaikan dalam comersial break itu
adalah larangan bahkan bahaya dari hal yang disangkut-pautkan. Kalau semua
orang yang tidak sengaja melihat dan membaca tulisan yang tertera memiliki
pemikiran yang sama namun yang berbeda adalah sifat yang pemirsa lainnya. Pasti
mereka akan melakukan hal yang sebenarnya bukan itu yang diinginkan pemerintah
dalam komersial break tadi. Yaitu AIDS, untuk lebih jelasnya silakan kalian
yang menafsirkan hal tersebut. Inilah jaman terdekat dengan jaman kehancuran.
Sudah tampak jelas, gambling dan mencolok. Kemerosotan moral, ketidak adaan
rasa takut dengan ancaman-ancamanNya (jangan pernah berfikir kalau yang menulis
ini takut dengan ancamanNya, mungkin yang menulis termasuk dalam kategori
sebagai pelaku pemerosotan moral).
Meskipun
hanya semalam, dalam kehangatan keluarga, namun aku menemukan setitik noda
goresan keriput mengotori sosok yang telah dengan sabar mendidik seekor
binatang buas. Hingga menjadi kelinci dalam keangkuhan, ketidak tahuan. Sedikit
menuangkan permintaan maaf atas kesalahan yang pernah aku sengaja perbuat
dimalam setelah perkuliahan. Namun ada sorotan yang luar biasa bersinar terang
di malam yang terang benderang oleh matahari buatan Thomas Alfa Edison. Salah satu
ilmuan favorite ane. Sorotan mata seorang ibu mertua yang sudah termakan zaman
dan usia. Menandakan ada sedikit kecemasan, kecemasan seorang ibu kepada anak. Namun
kali ini seorang ibu dengan seorang cucu pengganti anak. Begitu tua untuk
beliau menghadapi jalan setapak yang sudah gigis dimakan rayap pemerintah. Hanya
bisa berkata, hehehehehe. Dan dibalas dengan, “sing pinter”.
*si admin gak bisa ngelanjutin tulisannya karena, sosok yang begitu admin junjung tinggi martabatnya.[]ALH_Jr
manusia yg telah merawat qt dengan sepenuh hati, akan selalu mengharapkan dan mendoakan qt agar menjadi "orang"
BalasHapus(haaa, jd pengen curhat, tp ga usah ah, salah forum)
curhat ada tempatnya ndri loe..bntar lagi jadi..do'anya aja cepet kelar.
BalasHapus