Alhamdulillah,
segala puji semuanya kembali kepada yang punya hidup ini. Semua pujian pada
hakikatnya kembali ke yang punya hidup. Dan yang punya hidup bukan mbah-mbahmu
tapi kalian tahu sendiri siapa. Mungkin memang bener kalau yang punya hidup
udah bosen ma kita-kita. Bayangin aja, coba bayangin. Bisa gak? Aku gak bisa
bayangin kalau yang punya hidup udah bosen ma kita-kita pada. Repot pastinya
dan semakin kacau. Ya berdoa saja semoga yang punya hidup kagak bosen ma
kita-kita, sehingga akhir dari bumi ditunda dalam jangka waktu yang sudah pasti
tapi bukan dekat-dekat ini.
Oya,
ngomong-ngomong soal akhir dari bumi. Katanya 21 Desember? Ah yang bener? Kok tahu
sich bang “maya”? tahu dari mana? Dukun ya? What the f__k they say? (apa-apaan
sich mereka). Seenaknya aja bilang 21 Desember, is the end of life. Lha wong
nabi Muhammad orang yang pernah melihat yang punya hidup secara langsung dengan
mata telanjang aja kagak tahu kok. Beliau hanya diberi tahu tentang tanda-tanda
kiamat (maaf kalau kata kiamat terlalu fullgar), hanya diberi tahu kalau itu
terjadi pada hari jum’at yang tanggal, bulan, dan tahunnya kagak diberi
bocoran. Lha kok si “maya” berani-beraninya bilang 21 Desember. Dan katanya ya,
yang bilang kalau 21 Desember itu hari itu. Udah meninggal loh, pasti udah tahu
kan?
Eh,
bagaimana kalau di awal Desember ini kita belajar bentar, ta’lim muta’alim lah.
Belajar mengajar, mengajar belajar. Ada yang tahu ayat ini gak yang artinya
like this. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada
para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di
muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa
yang tidak kamu ketahui." . kalau kalian pernah sekolah
SMA pasti ada pada pelajaran PAI, kelas 3 mengenai ayat ini. Kalau kagak pernah
ya sudah tidak apa-apa dan tidak jadi masalah. Mari berfikir terhadap ayat
tersebut. Dalam ayat tersebut disebutkan dengan gamblang, jelas dan clear. Bahwa
Allah akan menciptakan seorang kholifah. Itu dapat kita artikan manusia. Jadi manusia
itu diciptakan selain untuk beribadah dan menyembah Allah kita juga dituntut
untuk jadi kholifah (perasaan udah pernah aku singgung dalam postingan yang
terdahulu, jadi coba dibuka-buka lagi modul postingannya). Kholifah itu
tugasnya merawat, menjaga dan melestarikan. Itu secara abstrak, lebih
konkretnya kalian pasti tahu sendiri,
wong kalian juga punya akal dan fikiran yang masih menempel. Ayat tersebut juga
member tahu kita, untuk selalu bermusyawarah dalam setiap mengambil tindakan. Buktinya
Allah member tahu para malaikatnya, berarti kan Allah dalam satu majelis dengan
malaikatNya. Padahal Allah, tinggal ngucapin kun-fayakun, maka jadilah. Namun Allah
meminta pendapat pada malaikatnya. Hehehehe. Tapi ingat jangan pernah berfikir
majelisnya Allah dan jangan samakan majelis Allah dengan majelisnya manusia. What?
Ada yang kagak tahu majelis itu apa? Majelis itu perkumpulan, nongkronglah. Sekali
lagi jangan pernah berfikir tentang dzatnya Allah, karena itu DILARANG KERAS. Lalu
dalam ayat tersebut malaikat juga menanggapi pernyataan Allah. Dari tanggapan
malaikat, dapat kita berfikir lebih dalam lagi. Karena ada sedikit rahasia,
tapi juga bukan rahasia. Malaikat bilang” Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” coba fikirkan,
malaikat bilang begitu, berarti malaikat pernah melihat sendiri kalau dulu itu pernah
ada yang membuat kerusakan di bumi, perkelahian di bumi sehingga terjadi
penumpahan darah. Terus sekarang berfikir lagi, kalau ada darah berarti dulu
sudah ada makhluk hidup kan? Hayo, coba difikir-fikir ulang. namun kembali lagi
bahwa Allah itu lebih tahu daripada malaikat. Berarti kalau dapat kita tarik
kesimpulan, berarti dulu pernah ada makhluk hidup sebelum nabi Adam, namun si
makhluk tersebut karena sering berantem jadi Allah muak dengan mereka kemudian
Allah membinasakan mereka semua. Lantas dapat kita kembali simpulkan (bukan
simpul dalam pramuka lho ya), bahwa dulu pernah terjadi kiamat juga. Hehehehehe,
itu analisis sosok ingusan yang pengen terlihat alim, padahal aslinya blas. Kosong
mlompong dobong. Namanya juga usaha.
Ya,
begitulah sedikit pemikiran di awal Desember ini. Dunia ini sudah kacau, rumit,
ruwet, mbulet, ra karuan parak.e. hanya mereka yang nyleneh-lah yang akan
selamat. Dalam artian, ketika semua orang sedang menukmati kerumitan dunia,
menikmati kenikmatan dunia, menikmati surga dunia yang sebenarnya fana ini. Sedangkan
dia asyik ber-njagong ria dengan sang Haliq, itulah orang nyleneh yang
akan selamat. Insya Allah. Ya sudah sekian dulu, ya. Fikiran ane udah berasap
gara-gara tak paksain mikir. Maklum udah soak otaknya, minta turun mesin namun
gak ada mesin yang nomor mesinnya cocok. Jadi ya gini. Sebelum ane tutup, ane
minta do’anya semoga ane gak ikutan trend kacau yang sedang booming. Dan juga
komentar agan-agan ane tunggu sebagai koreksi ane. Makasih.
Wassalamualaikum.[]ALH_Jr
waalaikumsalam wr wb
BalasHapusmungkin habis ni bkal beli lup bt baca ni postingan, masa fontnya semakin imut kaya semut gini,
boleh mengikuti arus(tren) asal jgn sampe hanyut oleh arus itu
merci
ea Alhamdulillah, terima kasih sarannya. dari kemarin masalah yang sering disebutin ternyata font nya. kalau dibuat besar nanti terlalu besar.
BalasHapuslantas bagaimana ya?
kita sangat tidak terasa sudah mengikuti arus kok.
:a:
klo pgen dibaca semua kalangan y dtambah dikit lah, kasihan klo yg sdh berumur pgen baca
BalasHapushehehehe, ini juga msih usaha buat memperbaiki font yang jadi permasalahan. makasih
BalasHapus:m:
BalasHapusberusaha memperbaiki setiap sudut kesalahan yang tampak maupun tak tampak.:c:
BalasHapusYa iya, saya juga inget dulu pernah dapet materi itu, kalau nggak salah Surah Al-Baqoroh ayat 30 ya...Itu seinget saya sih. Hehehe. Soalnya saya nggak gitu paham soal pelajaran Agama. ;)
BalasHapusDulu kan kita satu kelas ya kayaknya, jadi sama-sama dapet materi itu. Dan kayaknya bukan kelas 3 deh, soalnya seinget saya yang ngajar Bu Anis.. Eh, tapi nggak tau deink...
Saya setuju, bahwa Allah itu menciptakan kehidupan bukan hanya sekali ini saja. Namun sebelum ini juga sudah ada. Bahkan mungkin setelah kehidupan di bumi ini dikiamatkan, akan tercipta kehidupan lagi. Itu yang saya peroleh dari analisis Bapak saya yang sering disharekan pada saya...
BalasHapusto All : ya pokoknya gitu lah.. soal fontnya udah bisa dinikmatin kan...itu seharian full ngoprek oret2an...sampe subuh jam 06.05 WITA
BalasHapusAlhamdulillah, bisa dinikmati..
BalasHapusEh, anonimnya bukan cuma satu orang ya..
Alhamdulillah.
BalasHapusyang ngaku anonim banyak banget
BalasHapusmakanya kalau koment ya sedikitnya kasih nama lah..biar admin tahu.
BalasHapus