Home » , , » Guru, Lillah-kah dirimu?

Guru, Lillah-kah dirimu?

Written By Hakim on 09/11/12 | 10.19

              Sebuah pertanyaan yang sempat terbesit seiring perkembangan zaman serta pertanyaan yang muncul ketika program sertifikasi sedang marak-maraknya diperdebatkan dan didendangkan di mana-mana sebagai sebuah mars baru bagi guru. Guru yang konon katanya merupakan momok yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan nasional. Dalam hal ini, membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal formal. Ternyata sudah berbeda, dulu-dulu sekali, guru itu digugu dan ditiru. Namun sekarang, GURU itu berGuna Untuk caRi Uang.

            Beberapa penampakan unik nan mengesankan juga membosankan mengenai perilaku guru, guru serifikasi, dan guru-guru lain yang menyebut dirinya sebagai para pentransfer ilmu.

1.      Sebagai guru PNS dan juga guru sertifikasi, menurut kabar-kabar yang pernah terdengar oleh kedua telinga ini ketika masih duduk di bangku SMA. Menyatakan bahwa, mulai pukul 07.00 s/d pukul 14.00 itulah jatah waktu yang tertera sebagai resiko seorang PNS. Namun dalam lapangan, bukan lapangan sepak bola ataupun lapangan-lapangan olahraga lainnya. Kebanyakan seorang PNS termasuk guru, berangkat sesuai jam yang dia terima dalam satu lembaga pendidikan formal tempat guru itu, yang katanya mentransfer ilmu.

2.      Penampakan yang kedua, ini ada sebuah cerita dari teman kuliah. Beberapa waktu lalu, di daerah di mana dia tinggal. Jawa Tengah. Akan ada sertifikasi untuk guru-guru baru yang belum berstatus PNS. Kurang tahu mengapa hanya guru-guru yang belum berstatus PNS. Kita tinggalkan sejenak status PNS. Ketika ada kabar demikian, ada saah seorang guru maaf kami tidak bisa menyebutkan jenis kelaminnya. Ada seorang guru, mengatakan demikian. “ wislah aku tulung ndang disertifikasi, mengko duwit sertifikasiku sing sak taun awal kanggo awakmu lah”. Kalau ditranslate sesuai Kamus Besar Bahasa Insonesia (KBBI), “ sudahlah saya dibantu supaya segera disertifikai, nanti uang sertifikasi saya yang tahun awal buat kamu tidak apa-apa”. Gila bener, fikirku dalam hati ketika mendengar cerita teman tadi. Namun yang menjadi pertanyaan berikutnya bukan, seperti apa orangnya atau bagaimana bentuk hidungnya. Namun hanya satu, program sertifikasi adalah programnya presiden yang sekarang menjabat. Lha sebentar lagi bukannya akan ada PILPRES. Semisal, presiden yang terpilih dalam PILPRES 2014 mendatang bukan yang sekarang menjabat. Apakah program sertifikasi ini masih berjalan, atau akan ada program baru sejalan dengan sertifikasi?

3.      Penampakan unik selanjutnya datang dari saudara swasta kita. Guru swasta, dalam artian bukan bekerja di lembaga milik pemerintah. Yang katanya mudah dalam hal sertifikasi. Sampai-sampai ketika ada lowongan pekerjaan untuk menjadi guru di lembaga swasta. Rela dan ridho, menerima gaji yang jauh dari gaji seorang buruh batu. Bayangkan dan fikirkan, tapi jangan terlalu kencang dalam berfikir. Semisal gaji buruh batu sehari mendapatkan upah Rp 15.000, berarti dalam satu bulan full (anggap saja buruh batu itu kerja tiap hari, dan dalam sebulan kita anggap 30 hari). Maka dalam satu bulan dia akan mendapatkan upah Rp 450.000. kita save dalam benak kita pemisalan tadi. Selanjutnya, seorang guru swasta dalam kategori no 3 (kembali ke panampakan unik no 3). Dia dalam satu bulan mendapatkan gaji senilai Rp 1.000.000, kalau dia mau mengambilnya setiap 10 bulan sekali. Dapat kita utak-atik lagi, berarti dia (guru swasta) menerima gaji seniai harga nasi bungkus dengan lauk 1 tempe dan sebungkus es teh manis, kalau di desa. Ya benar, +/- Rp 3.000 dalam sehari. Subhanallah, kagum saya dengan guru swasta. Namun mereka yang rela berdesak-desakan ketika mendaftar sebagai guru swasta tidak semata wayang tidak mempunyai tujuan yang dangkal. Mereka rela, digaji Rp 100.000 perbulan karena dalam benak mereka, mereka menggantungkan hidup mereka kepada sosok sertifikasi yang konon lembaga swasta lebih mudah. Lha sekarang bingung kan, siapa yang menerima upah dan siapa yang menerima gaji. Si buruh menerima gaji ataukah si guru swasta menerima upah? Mau tahu siapa pemenangnya, akan kami tayangkan seteah yang mau lewat ini.

4.      Penampakan kai ini, adalah si sertifikasi sendiri. Dalam sebuah makalah, yang pertama nongol setelah  bab pendahuluan adalah bab pembahasan. Dan yang pertama tertulis adalah pengertian. Sama halnya dengan si sertifikasi ini, ketika kita mau malakukan sebuah penelitian untuk membuat menjadi sebuah makalah. Maka hal yang pertamakita lakukan adalah, mencari tahu tentang pengertian sertifikasi. Atau lebih tepatnya sertifikasi guru. Jadi, Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2) meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan guru, serta (4) meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Itu pengertian sertifikasi. Selanjutnya, ketika kita meneliti suatu keadaan. Sangat tidak mungkin kalau dalam keadaan itu tidak terdapat suatu permasalahan. Jadi, permasalahan Yang kita ambil dalam kasus ini adalah apakah benar tujuan yang tertera pada pengertian sertifikasi guru di atas sudah benar dalam pelaksanaannya mengingat penampakan-penampakan unik dari no 1 sampai no 3, yang sudah tersemat dalam Oret2an ini? Jawabannya terserah pemerintah, mereka mau bilang sudah benar ya hak mereka, mereka bilang belum benar kemudian akan diadakan perbaikan dalam sistem sertifikasi kemudian perbaikan itu membutuhkan dana banyak kemudian mereka membuat proposal kemudian proposal mereka di ACC kemudian dana untuk perbaikan sistem cair kemudian penggunaan dana kemudian mereka membuat laporan penggunaan dana kemudian mereka tak bisa mempertanggung jawabkan dana tersebut karena dana yang cair dengan yang digunakan untuk perbaikan tidak sesuai kemudian, kemudian, dan kemudian.  Setelah beberapa milyar kemudian, mungkin program pemerintah tiada lagi.

5.      Penampakan yang berikut mungkin menjadi penutup penampakan unik dan mengesan juga membosankan. Program sertifikasi yang berjalan baru beberapa tahun ini ternyata menuai iri dari kalangan pegawai kantoran dan pegawai dinas lainnya. Baru saja terdengar sebuah cerita dari teman kerja. Ada sebuah desa, di mana di desa itu ada sebuah keluarga yang cukup harmonis. Di keluarga yang baru terbentuk ini belum dikaruniai sebuah momongan. Si ayah bekerja sebagai pegawai kecamatan, soal statusnya kembali kami tidak bisa mempublikasikannya ke khalayak umum. Dan si istri bekerja sebagai guru PNS. Begini ceritanya, hari itu sudah menunjukan tanggal 31, itu berarti hak mereka sabgai pegawai akan segera mereka terima. Dan ternyata benar, si istri mendapatkan gajinya dan si suami mendapatkan gajinya. Sama-sama PNS yang satu PNS kecamatan dan yang satu PNS guru. Setelah sampai di rumah, gaji mereka berdua dikumpulkan menjadi satu. Terkumpulah uang Rp 2.400.000. sebagai seorang istri, sangat terperinci adalah hal yang wajar dan si suami juga sudah menerimanya kalau istrinya sangat perhitungan. Hasil yang menunjukan angka 2,4 juta itu, di utak-atik sampai ketemu hal yang selama ini dicari leh sang istri. Hal itu adalah gaji sang suami yang ternyata hanya Rp 700.000. selama mereka menikah, sang istri sebenarnya sudah tahu dengan nominal gaji suaminya. Hanya saja sang istri memiliki pemikiran bahwa gaji suaminya juga akan terus bertambah sama dengan gajinya, karena sama-sama PNS. Pikirnya pendek. Beberapa bulan, berlangsung demikian. Dan baru kali ini sang istri berani menyakan gaji suaminya secara langsung. Apa jawaban suaminya? Sangat mengagetkan sang istri, dia menjawab dengan nada halus setengah membentak. “ iya gajiku memang segitu, menurutmu aku ini gak iri dengan gajimu yang 1,7 juta itu. Setiap bulan semua gajiku aku serahkan kepadamu dan aku sama sekali tak membawa uang sepeserpun dari gajiku sendiri.” Sang istri, mulai ketakutan dengan nada bicara sang suami, lalu dia segera memeluk suaminya. Dia takut kalau pertanyaanya tentang gaji suaminya menuju ke arah pemikiran kalau suaminya menyembunyikan sebagian gajinya dan hanya memberikan 700ribu untuk dirinya. Bagaimana sangat mengharukan kan? Itulah sebagian kecil jeritan rakyat yang bisa terekspose leh media. Banyak dan masih banyak lagi kasus serupa bahkan yang lebih komplek lagi bertebaran di bumi Indonesia ini.

Itulah segelintir penampakan yang ternyata berawal dari program pemerintah yang sebenarnya bertujuan mensejahterakan, namun sejahtera dalam bidang apa kan pemerintah tidak mengatakannya. Dan untuk mereka-mereka yang melakukan penampakan yang sudah tersemat sebelum Oret2an ini. Silakan berfikir lagi, cipta, rasa dan karsa yang kita miliki sudah seharusnya dan kudu wajib digunakan dalam hal yang baik. Bagi guru, guru sertifikasi, dan semua guru. Sudah selayaknya kita kembali ke komitmen yang kita lontarkan lewat secercah untaian kata yang keluar dari mulut kita. Tujuan guru adalah mendidik dalam lembaga pendidikan formal dan mengajar di berbagai tempat. Dan sebuah sertifikat dari yang mengatur hidup itulah sebenarnya sertifikat yang kita harus berlomba-lomba untuk mendapatkannya.[]ALH_jr

Share this article :

6 komentar:

  1. Assalamualaikum,
    q setuju sekali ma statement yang GURU=berGuna Untuk caRi Uang
    guru apalagi yang menyandang status PNS sekarang menjadi incaran para lulusan perguruan tinggi baik tidak pandang dia jurusan apa, lulusan SMA pun ikut andil untuk jadi guru wiyata, mereka berfikiran sekarang lebih mudah diangkat menjadi PNS,
    tapi yang sya sayangkan, guru PNS yang kesejahteraan hidupnya sudah ditanggung negara dan lebih sejahtera ketimbang guru swasta masih ada yang biarin ada muridnya yang kesulitan dalam belajar. ada yang pernah bilang gini malah "bodoh ya terserah, bukan urusanku, kamu kan bukan anakku..." terus gimana dengan peran guru dalam mutu pendidikan nasional? terus ada lagi gini, "les di saya, nanti nilaimu pasti bagus." ya bener lah bagus, soal ulangan dikasih dulu pas les, di sekolah tinggal hapalin isinya,,
    tapi itu dulu sekali, kalo sekarang sudah tidak ada penampakan yang seperti itu, (semoga saja ya)
    mohon maaf kl ada yang tidak berkenan
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya beginilah, kita kalau cuman melihat dari sisi buruk,,insya Allah kedepan akan membuat anti tesis dari tesisi ini...

      Hapus
    2. insankhilaf10/11/12, 21.08

      ditunggu ya mas admin, ga enak ma para guru padahal mereka yang ngajarin kita buaanyak,,,dari ga tau jadi tau, dari ga ngerti jd ngerti,dll
      memang klo cari kesalahan orang lain tu banyak sekali, tapi klo mencari kesalahan sendiri susah

      Hapus
    3. Siap dach...mohon bagi mereka semua yang telah membaca postingan ini, jangan langsung naik darah...itu buat mereka yang merasa saja.

      Hapus
  2. Tak kusangka q punya teman yang pandai dalam menulis ....salud gwe mas bro....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa aja maz rio ini....salam kenal maz ya...

      Hapus

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))

.:: DAFTAR ISI ::.

Archives

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catetan Masupik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger