Sebuah
pertanyaan yang sempat terbesit seiring perkembangan zaman serta pertanyaan
yang muncul ketika program sertifikasi sedang marak-maraknya diperdebatkan dan
didendangkan di mana-mana sebagai sebuah mars baru bagi guru. Guru yang konon katanya
merupakan momok yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan nasional. Dalam hal
ini, membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal formal. Ternyata
sudah berbeda, dulu-dulu sekali, guru itu digugu dan ditiru. Namun sekarang,
GURU itu berGuna Untuk caRi Uang.
Beberapa penampakan unik nan
mengesankan juga membosankan mengenai perilaku guru, guru serifikasi, dan
guru-guru lain yang menyebut dirinya sebagai para pentransfer ilmu.
1. Sebagai guru PNS
dan juga guru sertifikasi, menurut kabar-kabar yang pernah terdengar oleh kedua
telinga ini ketika masih duduk di bangku SMA. Menyatakan bahwa, mulai pukul
07.00 s/d pukul 14.00 itulah jatah waktu yang tertera sebagai resiko seorang
PNS. Namun dalam lapangan, bukan lapangan sepak bola ataupun lapangan-lapangan
olahraga lainnya. Kebanyakan seorang PNS termasuk guru, berangkat sesuai jam
yang dia terima dalam satu lembaga pendidikan formal tempat guru itu, yang
katanya mentransfer ilmu.
2. Penampakan yang
kedua, ini ada sebuah cerita dari teman kuliah. Beberapa waktu lalu, di daerah
di mana dia tinggal. Jawa Tengah. Akan ada sertifikasi untuk guru-guru baru
yang belum berstatus PNS. Kurang tahu mengapa hanya guru-guru yang belum
berstatus PNS. Kita tinggalkan sejenak status PNS. Ketika ada kabar demikian,
ada saah seorang guru maaf kami tidak bisa menyebutkan jenis kelaminnya. Ada
seorang guru, mengatakan demikian. “ wislah aku tulung ndang disertifikasi,
mengko duwit sertifikasiku sing sak taun awal kanggo awakmu lah”. Kalau
ditranslate sesuai Kamus Besar Bahasa Insonesia (KBBI), “ sudahlah saya
dibantu supaya segera disertifikai, nanti uang sertifikasi saya yang tahun awal
buat kamu tidak apa-apa”. Gila bener, fikirku dalam hati ketika mendengar
cerita teman tadi. Namun yang menjadi pertanyaan berikutnya bukan, seperti apa
orangnya atau bagaimana bentuk hidungnya. Namun hanya satu, program sertifikasi
adalah programnya presiden yang sekarang menjabat. Lha sebentar lagi bukannya
akan ada PILPRES. Semisal, presiden yang terpilih dalam PILPRES 2014 mendatang
bukan yang sekarang menjabat. Apakah program sertifikasi ini masih berjalan,
atau akan ada program baru sejalan dengan sertifikasi?
3. Penampakan unik
selanjutnya datang dari saudara swasta kita. Guru swasta, dalam artian bukan
bekerja di lembaga milik pemerintah. Yang katanya mudah dalam hal sertifikasi.
Sampai-sampai ketika ada lowongan pekerjaan untuk menjadi guru di lembaga
swasta. Rela dan ridho, menerima gaji yang jauh dari gaji seorang buruh batu.
Bayangkan dan fikirkan, tapi jangan terlalu kencang dalam berfikir. Semisal
gaji buruh batu sehari mendapatkan upah Rp 15.000, berarti dalam satu bulan
full (anggap saja buruh batu itu kerja tiap hari, dan dalam sebulan kita anggap
30 hari). Maka dalam satu bulan dia akan mendapatkan upah Rp 450.000. kita save
dalam benak kita pemisalan tadi. Selanjutnya, seorang guru swasta dalam
kategori no 3 (kembali ke panampakan unik no 3). Dia dalam satu bulan
mendapatkan gaji senilai Rp 1.000.000, kalau dia mau mengambilnya setiap 10
bulan sekali. Dapat kita utak-atik lagi, berarti dia (guru swasta) menerima
gaji seniai harga nasi bungkus dengan lauk 1 tempe dan sebungkus es teh manis,
kalau di desa. Ya benar, +/- Rp 3.000 dalam sehari. Subhanallah, kagum saya
dengan guru swasta. Namun mereka yang rela berdesak-desakan ketika mendaftar
sebagai guru swasta tidak semata wayang tidak mempunyai tujuan yang dangkal.
Mereka rela, digaji Rp 100.000 perbulan karena dalam benak mereka, mereka
menggantungkan hidup mereka kepada sosok sertifikasi yang konon lembaga swasta
lebih mudah. Lha sekarang bingung kan, siapa yang menerima upah dan siapa yang
menerima gaji. Si buruh menerima gaji ataukah si guru swasta menerima upah? Mau
tahu siapa pemenangnya, akan kami tayangkan seteah yang mau lewat ini.
4. Penampakan kai
ini, adalah si sertifikasi sendiri. Dalam sebuah makalah, yang pertama nongol
setelah bab pendahuluan adalah bab
pembahasan. Dan yang pertama tertulis adalah pengertian. Sama halnya dengan si
sertifikasi ini, ketika kita mau malakukan sebuah penelitian untuk membuat
menjadi sebuah makalah. Maka hal yang pertamakita lakukan adalah, mencari tahu
tentang pengertian sertifikasi. Atau lebih tepatnya sertifikasi guru. Jadi, Sertifikasi
guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah
memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan
kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2)
meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan
guru, serta (4) meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan
nasional yang bermutu. Itu pengertian sertifikasi. Selanjutnya, ketika kita
meneliti suatu keadaan. Sangat tidak mungkin kalau dalam keadaan itu tidak
terdapat suatu permasalahan. Jadi, permasalahan Yang kita ambil dalam kasus ini
adalah apakah benar tujuan yang tertera pada pengertian sertifikasi guru di atas
sudah benar dalam pelaksanaannya mengingat penampakan-penampakan unik dari no 1
sampai no 3, yang sudah tersemat dalam Oret2an ini? Jawabannya terserah
pemerintah, mereka mau bilang sudah benar ya hak mereka, mereka bilang belum
benar kemudian akan diadakan perbaikan dalam sistem sertifikasi kemudian
perbaikan itu membutuhkan dana banyak kemudian mereka membuat proposal kemudian
proposal mereka di ACC kemudian dana untuk perbaikan sistem cair kemudian
penggunaan dana kemudian mereka membuat laporan penggunaan dana kemudian mereka
tak bisa mempertanggung jawabkan dana tersebut karena dana yang cair dengan
yang digunakan untuk perbaikan tidak sesuai kemudian, kemudian, dan kemudian. Setelah beberapa milyar kemudian, mungkin
program pemerintah tiada lagi.
5. Penampakan yang
berikut mungkin menjadi penutup penampakan unik dan mengesan juga membosankan. Program
sertifikasi yang berjalan baru beberapa tahun ini ternyata menuai iri dari
kalangan pegawai kantoran dan pegawai dinas lainnya. Baru saja terdengar sebuah
cerita dari teman kerja. Ada sebuah desa, di mana di desa itu ada sebuah keluarga
yang cukup harmonis. Di keluarga yang baru terbentuk ini belum dikaruniai
sebuah momongan. Si ayah bekerja sebagai pegawai kecamatan, soal statusnya
kembali kami tidak bisa mempublikasikannya ke khalayak umum. Dan si istri
bekerja sebagai guru PNS. Begini ceritanya, hari itu sudah menunjukan tanggal
31, itu berarti hak mereka sabgai pegawai akan segera mereka terima. Dan ternyata
benar, si istri mendapatkan gajinya dan si suami mendapatkan gajinya. Sama-sama
PNS yang satu PNS kecamatan dan yang satu PNS guru. Setelah sampai di rumah,
gaji mereka berdua dikumpulkan menjadi satu. Terkumpulah uang Rp 2.400.000.
sebagai seorang istri, sangat terperinci adalah hal yang wajar dan si suami
juga sudah menerimanya kalau istrinya sangat perhitungan. Hasil yang menunjukan
angka 2,4 juta itu, di utak-atik sampai ketemu hal yang selama ini dicari leh
sang istri. Hal itu adalah gaji sang suami yang ternyata hanya Rp 700.000.
selama mereka menikah, sang istri sebenarnya sudah tahu dengan nominal gaji
suaminya. Hanya saja sang istri memiliki pemikiran bahwa gaji suaminya juga
akan terus bertambah sama dengan gajinya, karena sama-sama PNS. Pikirnya pendek.
Beberapa bulan, berlangsung demikian. Dan baru kali ini sang istri berani
menyakan gaji suaminya secara langsung. Apa jawaban suaminya? Sangat mengagetkan
sang istri, dia menjawab dengan nada halus setengah membentak. “ iya gajiku
memang segitu, menurutmu aku ini gak iri dengan gajimu yang 1,7 juta itu. Setiap
bulan semua gajiku aku serahkan kepadamu dan aku sama sekali tak membawa uang
sepeserpun dari gajiku sendiri.” Sang istri, mulai ketakutan dengan nada bicara
sang suami, lalu dia segera memeluk suaminya. Dia takut kalau pertanyaanya
tentang gaji suaminya menuju ke arah pemikiran kalau suaminya menyembunyikan
sebagian gajinya dan hanya memberikan 700ribu untuk dirinya. Bagaimana sangat
mengharukan kan? Itulah sebagian kecil jeritan rakyat yang bisa terekspose leh
media. Banyak dan masih banyak lagi kasus serupa bahkan yang lebih komplek lagi
bertebaran di bumi Indonesia ini.
Itulah segelintir penampakan yang ternyata berawal dari
program pemerintah yang sebenarnya bertujuan mensejahterakan, namun sejahtera
dalam bidang apa kan pemerintah tidak mengatakannya. Dan untuk mereka-mereka
yang melakukan penampakan yang sudah tersemat sebelum Oret2an ini. Silakan berfikir
lagi, cipta, rasa dan karsa yang kita miliki sudah seharusnya dan kudu wajib
digunakan dalam hal yang baik. Bagi guru, guru sertifikasi, dan semua guru. Sudah
selayaknya kita kembali ke komitmen yang kita lontarkan lewat secercah untaian
kata yang keluar dari mulut kita. Tujuan guru adalah mendidik dalam lembaga
pendidikan formal dan mengajar di berbagai tempat. Dan sebuah sertifikat dari
yang mengatur hidup itulah sebenarnya sertifikat yang kita harus berlomba-lomba
untuk mendapatkannya.[]ALH_jr
Assalamualaikum,
BalasHapusq setuju sekali ma statement yang GURU=berGuna Untuk caRi Uang
guru apalagi yang menyandang status PNS sekarang menjadi incaran para lulusan perguruan tinggi baik tidak pandang dia jurusan apa, lulusan SMA pun ikut andil untuk jadi guru wiyata, mereka berfikiran sekarang lebih mudah diangkat menjadi PNS,
tapi yang sya sayangkan, guru PNS yang kesejahteraan hidupnya sudah ditanggung negara dan lebih sejahtera ketimbang guru swasta masih ada yang biarin ada muridnya yang kesulitan dalam belajar. ada yang pernah bilang gini malah "bodoh ya terserah, bukan urusanku, kamu kan bukan anakku..." terus gimana dengan peran guru dalam mutu pendidikan nasional? terus ada lagi gini, "les di saya, nanti nilaimu pasti bagus." ya bener lah bagus, soal ulangan dikasih dulu pas les, di sekolah tinggal hapalin isinya,,
tapi itu dulu sekali, kalo sekarang sudah tidak ada penampakan yang seperti itu, (semoga saja ya)
mohon maaf kl ada yang tidak berkenan
Wassalam
ya beginilah, kita kalau cuman melihat dari sisi buruk,,insya Allah kedepan akan membuat anti tesis dari tesisi ini...
Hapusditunggu ya mas admin, ga enak ma para guru padahal mereka yang ngajarin kita buaanyak,,,dari ga tau jadi tau, dari ga ngerti jd ngerti,dll
Hapusmemang klo cari kesalahan orang lain tu banyak sekali, tapi klo mencari kesalahan sendiri susah
Siap dach...mohon bagi mereka semua yang telah membaca postingan ini, jangan langsung naik darah...itu buat mereka yang merasa saja.
HapusTak kusangka q punya teman yang pandai dalam menulis ....salud gwe mas bro....
BalasHapusbisa aja maz rio ini....salam kenal maz ya...
Hapus