Assalamualaikum WR. WB.
Bismillah, dengan menyebut Asma Tuhanku Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. tak pernah terbayangkan oleh otak kita ini, betapa besarnya kekuasaanNya. kekuasaanNya meliputi segala hal, dari hal-hal sirih wa akhfa. dan betapa miskinnya kita, betapa kecilnya kita, betapa kurangnya kita. kenapa kita yang hiduo dengan segala kekurangan berani-beraninya mamakai sifat Allah, yaitu sombong. apakah dengan harta kita, kita bisa sombong? apakah dengan ketampanan paras kita, lalu kita dapat sombong? dan apakah dengan ilmu kita, lantas dengan seenaknya saja kita bisa menegakkan kepala seraya mengatakan inilah gue, gue beda dengan loe-loe pada? cih, lebih hina dari pada anjing lho sob. kalau loe memang anjing terserah loe mau ngapain aja. namun kita di sini sebagai manusia yang dibekalioleh sesuatu yang sangat berharga dan hanya kita yang dibekali oleh hal berharga itu. ya benar, OTAK. kalian tahu kenapa Allah membekali kita dengan otak? jawabannya sangat mudah, supaya kita berfikir. supaya kita bisa berfikir terhadap nikmat-nikmatNya yang telah Allah berikan kepada kita semua. kita itu ibarat orang, sedang menumpang di rumah orang. kita disediakan tempat tidur, diberi makan, bisa mandi. namun itu semua bukan milik kita, tapi milik orang lain. begitu juga dengan apa yang sekarang ada pada diri kita semua, semua itu bukan milik kita. bukan kita yang menciptakannya, tapi Allah sob. Astagfirullah.
malam ini sob, mari kita berfikir sejenak dengan apa yang ada sekarang. kita selaku kaum muda, yang masih memiliki kekuatan yang besar dibandingkan dengan kaum tua. kita yang belum terlalu banyak fikiran dengan urusan rumah tangga. mari. kita berfikir sejenak. kita ini hidup di dunia. bener gak sob? tak perlu kalian jawab dengan suara yang lantang, toh aku juga gak bakal dengar. lantas dunia ini milik siapa? milik ayah kita kah, milik kakek kita kah, atau milik buyut-buyut kita yang telah lama digerogoti oleh hewan-hewan tanah. dan mereka sekarang tinggal nama. bukan sob, ini dunia milik Allah. kita hanya menumpang, kita hanya berhenti sejenak. layaknya bus yang sedang berhenti di terminal. kalau sudah tahu dunia ini milik Allah, kenapa kita bersedih ketika Allah mengambil yang memang kepunyaannya? apakah Allah salah? apakah Allah sadis, apakah Allah jahat? bukan sob, bahkan sebaliknya. Allah sangat mencintai kita. kalian pasti, dan saya sangat yakin. kalian pasti mengenal Albert Einstein kan? kalau kalian gak kenal, kemana aja sob? seorang Albert Einstein yang Yahudi. pernah melakukan suatu penelitian tentang keberadaan Tuhan. dalam eksperimennya, dia membuat rumusan masalahseperti ini. " Tuhan itu keberadaannya memang benar-benar ada apa hanya simbol sebagai penguasa tertinggi saja?". setelah dengan rumusan masalah yang bagi kita sangat WAOW, si Einstein, melakukan penelitiannya. dia ingin membuktikan keberadaan Tuhan dengan rumus-rumus yang ada. berfikir, membaca, menulis, mencari referensi dan melakukan hal-hal yang dapat mendukung penelitiannya. pokoknya pada saat itu Einstein, memperkerjakan otaknya dengan maksimal. namun selang beberapa bulan, ternyata Einstein tak mendapatkan hasil apapun dari penelitiannya itu. namun dia hanya dapat menyimpulkan satu kata yang sangat dalam maknanya. TUHAN ITU MEMANG ADA TAPI DIA TIDAK JAHAT. Subhanallah, seorang Yahudi asli sampai-sampai mengatakan sedemikian rupa. coba kalian fikir, jikalau Allah tidak memberikan hidayah kepada Einstein, tak mungkin dia bisa mengatakan hal sedemikian rupa. itu Einstein sob. kenapa kita malah sering menganggap Allah itu jahat? coba kasih satu alasan yang secara rasional.
kedua, kita sebagai manusia sebenarnya hidup tidak serumit sekarang ini. Allah, hanya memberikan dua pilihan kepada kita semua. pilihannya, yaitu kita sebagai manusia akan menjadi orang yang baik atau akan menjadi orang yang jahat. sudah selesai. itu pilihan yang diberikan Allah kepada kita. dan semuanya tergantung kita mau memilih yang mana. tentu saja semua pilihan ada efek sampingnya. kalian tentunya sudah pada tahu apa efek samping dari masing-masing pilihan itu.
ketiga, semenjak kita lahir ke dunia. bahkan sebelum lahir, ketika kita masih dalam kandungan. masih dalam perut ibu. kita sudah membuat perjanjian dengan Allah, bahwa kita akan menyembahnya. The One And Only God, Allah SWT. kita sudah menyepakati perjanjian itu, dan ketika kita terlahir di dunia. bersyukurlah kalian yang terlahir dari seorang pasangan muslim. sudah barang tentu kalian akan menjadi seorang muslim. namun tetap harus bersyukur bagi mereka yang terlahir bukan dari pasangan seorang muslim, kenapa? karena Allah tidak akan membeda-bedakan perlakuannya kepada semua hambaNya yang berada di dunia. karena Allah memiliki Ar Rahman. dan Ar Rahman Nya Allah itu untuk semua hambanya yang ada di bumi ini. kembali ke perjanjian. perjanjian kita adalah Syahadatain. tiada Tuhan yang layak dan patut disembah kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. ketika kita mengucap kalimat tadi. itu memiliki arti, bahwa kita hidup di dunia itu denga standar yang telah di tentukan oleh Allah. standar kita yang penuh dengan kemewahan itu kalau kita sedang tidur. baru itu standar kita. namun kita bukan hidup di dunia mimpi. kita hidup di dunia nyata. dunia yang penuh dengan hal-hal yang kompleks. standar Allah ya kayak begini. misalnya, ada seorang cowok, dia sangat pintar, tapi parasnya tidak menyakinkan, kekayaanya melimpah, tapi tidak soleh. ada lagi, cowok sholeh rajin ibadah baik mahdoh, maupun ghoiru mahdoh. namun sayang wajahnya hanya terlihat ketika pagi hari, dan orang tuanya hanya pelayan jasa becak. itulah standar Allah, tak ada yang sempurna. kalau kalian semua mencari yang sempurna, sampai kalian punya 7 keturunan pun tidak akan pernah menemukan.
begitulah sobat oret2an, kita semua sudah sepantasnya mensyukuri segala sesuatu yang ada pada diri kita sekarang. iri, boleh asal kalian iri dengan kebaikan. fastabiqul khoirot. itu yang diinginkan Allah. kita adalah kholifah, namun banyak dari kita yang tidak menyadarinya. ya begitu saja postingan kali ini. maaf-maaf kata, kalau ada yang merasa tersinggung dengan kata-kataku tadi. aku hanyalah hamba biasa, yang tak luput dari dosa. dosa adalah makananku, kesalahan adalah minimanku, dan hina adalah bajuku. Astagfirullah, ampuni hamba ini Ya Rabb, yang sering lupa dengan keberadaanMu. ampuni Ya Rabb.
terima kasih, dan Wassalamualaikum WR. WB.
don't forget leave me a comment.
Begining On November
Written By Hakim on 03/11/12 | 22.38
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
dari yang saya tau, kalimat basmalah sudah mewakili semuanya,
BalasHapusbismillah=dengan menyebut nama Allah, sdh suatu keharusan kita selalu menyebut nama Allah, The One and Only God, Allah SWT di setiap mengawali smua aktivitas
ar rahman=Yang Maha Penyayang, Allah menyayangi semua makhluk yang ada di dunia baik itu muslim atau tdk, pejabat maupun pengemis, yg cakep yg jelek, ulama ataupun penjahat,tanpa kecuali
ar rahim=Yang Maha Pengasih, Allah mengasihi khusus thdp kaum mukmin di akhirat nanti, khusus ini kita hrus berusaha agar bisa masuk kategori kaum mukmin, spaya Allah memberi kasih sayang yg lengkap untuk kita
jd kl masih ada yg bilang Allah itu jahat mending ga usah mencicipi yg namanya dunia...
Semoga kita tergolong kaum mukmin...
amin....makanya kita sebagai orang mukmin insya allah, dilarang keras untuk tidak bersyukur. setelah tahu itu semuanya.
Hapus