Marhaban Ya Ramadhan, kalimat itulah yang sekarang menjadi tenar. bukan hanya tahun ini namun setiap setahun sebulan, lebih tepatnya setiap bulan Ramadhan. bulan Ramadhan, setiap muslim di dunia sangat menantikan hadirnya bulan kenapa ini. bulan di mana setiap amal yang kita kerjakan akan dilipatgandakan balasannya. di atas kami menyebutkan setiap amal yang kita kerjakan. itu berarti bukan hanya amal baik yang akan dilipatgandakan balasan dariNya(Allah SWT), namun kondisi ini juga terjadi untuk amal kurang baik yang kita kerjakan. kenapa amal kurang baik yang kami katakan? karena sejatinya kita itu melakukan sesuatu pasti untuk berbuat kebaikan. namun kembali kami katakan, apa yang menurut kita baik dan benar belum tentu menurut Allah baik dan benar. okelah sekarang kita gak usah jauh-jauh dari sudut pandang hablum minAllah. kita lihat saja dengan kacamata manusia yang sangat dangkal. apapun yang kita lakukan semata-mata demi kebaikan diri sendiri dan orang lain tentunya. namun apakah orang lain itu juga bersependapat dengan yang kita lakukan. meskipun pada hakekatnya kita melakukan kebaikan untuk mereka(orang lain).
dengan mengharapkan ridhoNya, kita berusaha melakukan apapun yang kita anggap baik dan kita mampu menjalankannya. meskipun demikian ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan bagi kita semua ketika hendak berbuat suatu kebaikan. kalian semua sudah barang tentu tahu hal itu. ya benar. NIAT. sebuah hadist dalam kitab al-arba'in nawawiyah , perkara niat menjadi hadist pembuka sebelum hadist-hadist yang lainnya. niat merupakan suatu ketukan hati yang kita inginkan ketika kita akan melakukan suatu pekerjaan. dalam hadist tersebut, menjelaskan bahwa seseorang mendapat balasan atas pekerjaan yang dia lakukan berdasarkan niat awal seseorang. ketika niat awal mereka hanya semata-mata karena Allah, maka yang dia dapatkan adalah Allah (jangan artikan secara jamblang. mendapatkan Allah bisa saja, rizki kita dilancarkan, kita menjadi hambaNya yang dicintai DLL). namun ketika niat awal seseorang karena dunia, maksudnya hanya ingin mengaharapkan barang dunia. maka dunia itulah yang akan ia dapatkan. mari bertafakkur sejenak saja. misalnya kita adalah seorang atlet yang akan mengikuti lomba makan. yang paling kuat menghabiskan makanan yang telah disediakan dia akan jadi pemenang. sebelum hari-H, sang atlet A belatih menghabiskan makanan semagic com. dan atlet B berlatih menghabiskan makanan hanya 2 piring setiap harinya. pada hari H, lomba pun dimulai. ternyata eh ternyata, di meja lomba telah tersedia 3 piring makanan untuk dihabiskan. si atlet A pun dengan santainya menghabiskan 3 piring makanan tersebut. namun atlet B sudah kualahan karena setiap harinya dia hanya berlatih menghabiskan makan 2 piring.
dari kutipan cerita di atas, kalau kita mau, sekali lagi kalau kita mau berfikir. mengapa kita melakukan suatu pekerjaan hanya untuk dunia kita saja, dan yang kita dapatpun cuman dunia. coba kalau kita niat karena Allah, kita akan mendapatkan bukan hanya dunia namun akhirat pun juga akan kita rangkul. ibarat kata, sekali merengkuh gayung 2, 3 pulau terlampaui.
wah...gak terasa ternya udah terlalu panjang ya sedikit coretan, jadi sungkan. pokoknya, kita harus sering-sering merefresh niat kita ketika hendak melakukan suatu pekerjaan. semoga kita menjadi hamba yang selalu dapat memperbarui niat. amin. akhir kata Wassalamualaikum...salam ZERO.
oza ZEROIC, jangan lupa give me comment ya....
Malam 15 Ramadhan 1433 H
Written By Hakim on 02/08/12 | 22.08
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

0 komentar:
Posting Komentar
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :))